Cakupan 5G Masih 4,44%, Pemerintah Siapkan Gebrakan Spektrum dan Infrastruktur Digital

Serambi Nusantara – Sudah hampir empat tahun sejak  jaringan 5G resmi hadir di Indonesia, namun cakupan jaringan 5G ini masih jauh dari merata. Hingga awal Mei 2025, hanya 4,44% wilayah di Tanah Air yang telah menikmati layanan seluler generasi kelima ini. Pemerintah pun tak tinggal diam.

Melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), langkah konkret tengah disiapkan untuk mempercepat penetrasi jaringan 5G. Fokus utama diarahkan pada tiga aspek kunci yaitu pelelangan spektrum frekuensi, pembenahan regulasi, dan pembangunan infrastruktur digital.

Pelelangan Spektrum Jadi Langkah Awal

Direktur Jenderal Infrastruktur Digital Komdigi, Wayan Toni Supriyanto, mengungkapkan bahwa pemerintah akan melelang empat pita frekuensi pada tahun ini. Satu pita akan digunakan untuk layanan fixed broadband berbasis 5G, sementara tiga lainnya untuk mobile broadband.

“Spektrum yang akan dilelang mencakup pita 1,4 GHz untuk fixed broadband, serta pita 700 MHz, 2,6 GHz, dan 26 GHz untuk kebutuhan seluler,” jelas Wayan, Jumat (2/5/22025), seperti yang dikutip dari Antara.

Langkah ini diharapkan dapat membuka jalan bagi perluasan cakupan layanan 5G secara lebih merata ke seluruh penjuru Indonesia, seiring peningkatan kebutuhan konektivitas berkecepatan tinggi.

Regulasi dan Insentif untuk Operator

Pemerintah juga tengah menyiapkan regulasi pendukung, termasuk kebijakan insentif bagi operator seluler. Tujuannya jelas yaitu memberikan ruang finansial yang cukup agar penyelenggara layanan mampu membangun jaringan 5G secara masif.

“Kami berharap kebijakan insentif dapat segera ditetapkan. Ini penting agar operator punya daya dorong yang cukup untuk memperluas jaringan,” kata Wayan.

Selain itu, Komdigi juga sedang menyusun roadmap infrastruktur digital jangka panjang yang menyentuh seluruh elemen, dari hulu hingga hilir.

Fiber Optik Jadi Tulang Punggung

Tak kalah penting, pembangunan infrastruktur digital menjadi prioritas berikutnya. Dalam hal ini, jaringan fiber optik—yang dikenal dengan kestabilan tinggi dan kapasitas besar menjadi andalan.

“Penggelaran jaringan FO terus kami genjot, karena ini adalah tulang punggung utama untuk menopang konektivitas 5G yang andal,” terang Wayan.

Menuju Indonesia Terkoneksi Cepat

Meski cakupan 5G saat ini masih terbatas, arah kebijakan dan strategi yang disiapkan pemerintah menunjukkan komitmen untuk menjadikan konektivitas digital sebagai pondasi utama kemajuan bangsa. Dengan spektrum baru, regulasi yang mendukung, dan infrastruktur yang diperkuat, Indonesia bersiap menyambut era digital yang sesungguhnya—lebih cepat, lebih luas, dan lebih merata.
(GP)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *